Langsung ke konten utama

Catatan Pendek Tentang Luka

Karena aku tak mengenal musim

Kubiarkan hujan memilikimu

Sebab dalam diriku

Gelombang tebal menangisi

Irama matahari dalam kabut

Biarlah hanya percakapan kita tersisa

Abu dari kertas cinta

Yang pelan-pelan menidurkan lagu-lagu

Menjadi angin di hutanmu yang sepi tiba-tiba

Lalu luka itu terbit

Tak putus-putus

Djogjakarta, 2008.


Aku Mengingatmu Sebagai Prasasti

Aku mengingatmu sebagai prasasti

Jika nanti kau lupa tentang dawai

Yang ragu-ragu berderit kau gesek di belakang rumah

Saat purnama telah pulang

Dan aku sibuk mengajarimu

Mengeja kalimat-kalimat yang semakin tua

Pada daftar alamat yang kita lupa mengiriminya doa

Aku mengingatmu sebagai prasasti

Hari lahirmu yang merekah pada sebuah batu

Isyarat yang kubiarkan mengeras

Namun pada lekuknya

Suatu hari akan kau pahami

Sebagai gerimisku atasmu yang tak pernah reda.

Djogjakarta, 2008.



Kembang Kamboja;

Sebuah Kado Pernikahan

Kita mesti pulang

Sepetak rumah persegi empat telah menunggu kita

Mengenakan gaun putih yang diikat

Ini pernikahan kali terakhir
Setiap kita telah dipinang sejak kelahiran

Kamboja bernyanyi lagu gagak hitam

Menggugurkan daunnya menjadi doa

Bagi pesta pernikahan yang penuh peluh dan air mata.

Djogjakarta, 2008.


puisi-puisi di atas telah dimuat di koran mingguan Minggu Pagi Yogyakarta, 01 Maret 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Cinta Untuk Eva Dwi Kurniawan

1.        Penyair Eva merupakan penyair yang sangat produktif. Dalam kurun waktu lima bulan, ia menyulap puisi-puisi itu dan jadilah antologi Swara Dewi yang berjumlah 64 judul. Angka genap yang terkesan ganjil, kenapa tidak dibulatkan menjadi 65 saja? Tentu ini memiliki alasan tertentu. Ia menuliskan puisinya dari bulan Januari hingga Mei 2012. Baru kali ini saya melihat ada penyair sedahsyat dan seproduktif ini. Mungkin hidupnya didedikasikan hanya untuk puisi. Dan dengan membaca antologi tersebut, kesan pertamanya adalah menulis puisi itu gampang. Antara kurun Januari hingga Mei saya kembali bertanya, di mana bulan april? Tak ada satu pun puisi yang ditulis bulan April masuk dalam antologi ini. Mungkin bulan April terlalu menyakitkan baginya? Mungkin ia pernah patah hati di bulan April. Tampaknya, Penyair Eva tidak menganggap bulan itu begitu penting, melainkan   ia memilih puisi-puisi yang memiliki tema sama. Ini terlihat dari adanya puisi di bu...
Perjamuan yang Lindap tempelkan lagi pumflet-pumflet kosong di atas bambu renta, mimpi yang menyangsang pada kail kosong di pintu laut bergeming ribuan ikan kelaparan ''hari ini tak ada nelayan berkapal'' suatu hari nanti kucium dadamu dan kuselipkan mawar yang diwariskan dewa-dewa, lalu segera kemasi deru mesin kapal dan riuh ombak agar kita bebas berlayar menempuh jalan camar jalan bergurat rapi di tepi tebing sorga tangis itu, kini, di dasar laut. aku membawanya dari cerita yang dipanggul waktu dari suratan pemakaman tanda yang tertulis pada alamat cinta telah sampai kisah cerita telah membahasakan dirinya sendiri : di suatu pagi yang tak kukenal mataharinya di suatu pagi yang menerbitkan tangis itu lagi. kita ini binatang laut, katamu. aku menerjemahkannya jadi kerlip kunang-kunang yang berebutan menyala di padang pasir, lalu kau pergi tanpa membawa nafasmu, kusimpan di dada kiriku agar a menjadi setia, menunggu angin : pemukiman kepak sayap dan jerit malaikat. aku ...

Inovasi Teater "Teater By Request" oleh P4TK Seni dan Budaya

semalam (04/12/10), sehabis menonton pertunjukan teater, setelah lama tidak menonton, akhirnya cukup memuaskan hasrat saya. pertunjukan tersebut dihadirkan oleh PPPPTK (P4TK) Seni dan Budaya Yogyakarta, mungkin diadakan dalam rangka pentas akhir tahun. biasa, kebanyakan instansi pemerintahan selalu membuat kegiatan akhir tahun yang meriah untuk menghabiskan dana. pertunjukan ini diadakan di Aula lantai I kampus Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. pertunjukan teater mlam itu cukup inovatif dalam pandangan saya. lihat saja judulnya, "teater by request". melihat judulnya seakan kita diingatkan pada pertunjukan musik yang akhir-akhir ini menjamur di stasiun televisi. sebut saja Inbox, Dahsyat, MTV Ampuh, Mantap, dan lain-lain. program musik di stasiun televisi tersebut menampilkan band-band atau lagu-lagu yang sedang hits dan dalam rangka memenuhi permintaan audiens. sebab itulah, acara-acara semacam ini tak akan surut selama muncul band-band atau lagu-lagu baru ...