Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Seputar Polemik Novel Porno

Membaca polemik novel “porno”, saya menganalogikan seperti pengalaman saya berikut ini; di kelas waktu kuliah S1 dulu, salah seorang dosen dengan bangga dan gembar-gembor bahwa dia telah membaca The Da Vinci Code karya Dan Brown. Menurutnya buku itu sangat bagus dan wajib menjadi bacaan mahasiswa sastra. Sementara kami, yang duduk dideretan tak terlalu belakang, menertawakan dosen itu. Kami telah membacanya beberapa bulan lalu.
Sejujurnya, saya agak kaget ketika novel “porno” muncul ke permukaan sebagai polemik. Dalam hasanah sastra Indonesia sendiri, hal itu sudah banyak dibahas oleh para kritikus dan esais sastra. novel “porno” kemudian banyak disebut dengan sastra selangkangan, sastrawangi (untuk menyebut sastrawan perempuan yang mengumbar nilai pornografi), sastra sex, genre fiksi alat kelamin (FAK) dan lain sebagainya. Jika kemudian kalangan umum, apalagi DPR, mempermasalahkan hal itu, maka sudah sangat ketinggalan jauh. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak banyak memberikan …

Satu Jam. Martini dan Album Foto

I.
Satu jam.  Hanya sedikit waktu itulah yang diberikan kepada Martini, seorang gadis muda yang mengabdi kepada sepasang suami-istri sebagai pembantu. Suami-istri itu telah resmi dinyatakan cerai oleh pengadilan dan Martini sebagai pembantu setia mereka harus memilih salah satu di antara keduanya. Permasalahan bagi Martini adalah keduanya sama baiknya, bahkan Martini tak memiliki catatan buruk bagi keduanya. Di sebuah desa terpencil di pinggiran pantai utara, Martini lahir sebagai gadis serba pas-pasan. Desa Martini melarat pendidikan, didominasi matrealistik agama yang fanatik, kecemburuan sosial yang terselubung memburu mereka mengenal hal-hal mistik dan perdukunan. Rasanya sulit untuk menggali sumber daya manusia yang cemerlang, sebab pada akhirnya motivator tersebut akan menjadi tumpuan yang tidak lepas dari caci maki. Banyak tetangganya mengadu nasib dengan hal-hal mistik, menjadi pertapa di sebuah gua, puasa berbulan-bulan, bahkan ada yang sampai mengorbankan anaknya untuk mencari…