Langsung ke konten utama

Postingan

Kyai Ali

Cerpen Fairuzul Mumtaz KYAI ALI terkenal dengan sifat penyayangnya. ia begitu menyayangi santrinya. Tak ayal jika pesantrennya berkembang begitu pesat. Dalam jangka waktu tiga tahun saja, pesantren peninggalan mertuanya itu menjadi terkenal dan dipenuhi dengan santri-santri dari berbagai pelosok negeri ini. Ia pun memiliki waktu tersendiri untuk mengajarkan ilmu-ilmunya kepada para santri. Sorogan. Itulah salah satu metode yang dipakainya. Setiap pagi dan sore hari, setiap santri harus menyiapkan kitab kuning yang akan dibacanya di hadapan Kyai Ali langsung. Metode ini sangat efektif. Selain santri lebih tersentuh karena diajar oleh kyainya secara langsung dan mengingat setiap apa yang diajarkan, kedekatan emosional antara Kyai dan santri terjalin akrab. Sehingga bukan hal yang mustahil jika Kyai Ali mengenal dan ingat semua nama santrinya. Bila Kyai Ali memiliki hajatan, peringatan khaul, khataman dan lain-lainnya, Kyai Ali lebih sering menulis surat dengan tangannya sendiri untuk par...

Elements of Semiology: Roland Barthes (1964)

Roland Barthes (1964) Source: Elements of Semiology, 1964, publ. Hill and Wang, 1968. The first half of the book is reproduced here. INTRODUCTION In his Course in General Linguistics, first published in 1916, Saussure postulated the existence of a general science of signs, or Semiology, of which linguistics would form only one part. Semiology therefore aims to take in any system of signs, whatever their substance and limits; images, gestures, musical sounds, objects, and the complex associations of all these, which form the content of ritual, convention or public entertainment: these constitute, if not languages, at least systems of signification. There is no doubt that the development of mass communications confers particular relevance today upon the vast field of signifying media, just when the success of disciplines such as linguistics, information theory, formal logic and structural anthropology provide semantic analysis with new instruments. There is at present a kind of demand fo...

Lomba Cerpen-cerber Femina 2008

ANDA, CALON PENULIS TERKENAL! Berbekal pengalaman sehari-hari atau imajinasi yang hebat, Anda bisa menghasilkan karya fiksi menarik dan bermutu. Jangan lewatkan Sayembara Mengarang Cerpen & Cerber femina 2008, dengan Ayu Utami sebagai ketua dewan juri. Inilah jalan untuk mewujudkan impian menjadi penulis kenamaan. SYARAT UMUM SAYEMBARA CERPEN & CERBER: • Peserta adalah Warga Negara Indonesia. • Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan menggunakan ejaan yang disempurnakan. • Naskah harus asli, bukan terjemahan. • Tema bebas, namun sesuai untuk majalah femina. • Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak maupun elektronik, dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain. • Peserta hanya boleh mengirimkan dua naskah terbaiknya. • Hak untuk menerbitkan dalam bentuk buku dan menyiarkannya di media elektronik ada pada PT Gaya Favorit Press. • Redaksi berhak mengganti judul dan menyunting isi. • Naskah yang tidak menang, tetapi dianggap cukup baik, akan di...

Hilangnya Kesadaran Memahami Kearifan Lokal

Pada mulanya, berkembangnya sebuah kebudayaan suatu masyarakat dinilai dari kesadaran dan kemampuan membacanya, membaca apa saja baik yang tersurat maupun yang tersirat. Kecermatan dalam membaca inilah yang membuat manusia mampu menciptakan hal-hal yang dapat digunakan untuk memperediksi masa depan. Dengan bacaan yang luas, masa depan terasa begitu dekat dan bukanlah suatu hal yang muskil dipetakan. Problem selanjutnya adalah pewarisan. Manusia dan kebudayaan bagaikan dua mata sisi uang yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Tak ada manusia tanpa budaya dan tak ada budaya tanpa manusia. Akan tetapi keduanya bukan merupakan bentuk yang sama, melainkan dua hal yang saling mendukung dan mempengaruhi sehingga seringkali muncul pertanyaan; manusia atau budaya yang mempengaruhi? Kejelasan tentang konsepsi manusia akan memperjelas pula konsepsi tentang sebuah kebudayaan yang terdapat pada sekelompok manusia tersebut. Jika demikian, maka manusialah yang membentuk budaya. Ernst Cassirer (via...