Langsung ke konten utama

Ode Bagi yang Menodai Tubuhku

aku menyebutmu Pampa

dataran rendah berumput tak berpohon

yang tak mengijinkan matahari bergeliat

di dadamu, membakar lagu-lagu

tentang keberanian kuda-kuda meringkik di bukit-bukit

menghanguskan perjanjian waktu

mengutuki pejalan kaki dengan peluhnya.

kau bakar dupa ditubuhmu,

sebagai bumi yang menemani gelisah kematian

lewat cangkir-cangkir kopi

juga rapalan kata;

mengadukan nasib

yang tak pernah memberi upah

dan selalu mengubah jalan pulang

menuju sungai-sungai,

tempat terindah pemandian peri.

kaupun berkelok

terpesona peri

meliuk di tubuh sungai

di getaran dawai kecipak air

hingga waktu tunduk di kakimu

lalu ketika matahari kau genggam

aku tunduk di matamu

tersingkap tubuhku

laksa warna tak merah

tapi di ranjangku,

sepuluh ribu tetesan merah ngalir dari tubuh yang sunyi

aku,

sejuk di dadamu,

pulas mendengkur.

Djogjakarta, 2008.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Satu Cinta Untuk Eva Dwi Kurniawan

1.        Penyair Eva merupakan penyair yang sangat produktif. Dalam kurun waktu lima bulan, ia menyulap puisi-puisi itu dan jadilah antologi Swara Dewi yang berjumlah 64 judul. Angka genap yang terkesan ganjil, kenapa tidak dibulatkan menjadi 65 saja? Tentu ini memiliki alasan tertentu. Ia menuliskan puisinya dari bulan Januari hingga Mei 2012. Baru kali ini saya melihat ada penyair sedahsyat dan seproduktif ini. Mungkin hidupnya didedikasikan hanya untuk puisi. Dan dengan membaca antologi tersebut, kesan pertamanya adalah menulis puisi itu gampang. Antara kurun Januari hingga Mei saya kembali bertanya, di mana bulan april? Tak ada satu pun puisi yang ditulis bulan April masuk dalam antologi ini. Mungkin bulan April terlalu menyakitkan baginya? Mungkin ia pernah patah hati di bulan April. Tampaknya, Penyair Eva tidak menganggap bulan itu begitu penting, melainkan   ia memilih puisi-puisi yang memiliki tema sama. Ini terlihat dari adanya puisi di bu...

Seputar Polemik Novel Porno

    Membaca polemik novel “porno”, saya menganalogikan seperti pengalaman saya berikut ini; di kelas waktu kuliah S1 dulu, salah seorang dosen dengan bangga dan gembar-gembor bahwa dia telah membaca The Da Vinci Code karya Dan Brown. Menurutnya buku itu sangat bagus dan wajib menjadi bacaan mahasiswa sastra. Sementara kami, yang duduk dideretan tak terlalu belakang, menertawakan dosen itu. Kami telah membacanya beberapa bulan lalu. Sejujurnya, saya agak kaget ketika novel “porno” muncul ke permukaan sebagai polemik. Dalam hasanah sastra Indonesia sendiri, hal itu sudah banyak dibahas oleh para kritikus dan esais sastra. novel “porno” kemudian banyak disebut dengan sastra selangkangan, sastrawangi (untuk menyebut sastrawan perempuan yang mengumbar nilai pornografi), sastra sex, genre fiksi alat kelamin (FAK) dan lain sebagainya. Jika kemudian kalangan umum, apalagi DPR, mempermasalahkan hal itu, maka sudah sangat ketinggalan jauh. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat ...

Getaran Mualaf dalam Novel Hitam Putih Dunia Angel karya Angelina Julia.

Perpindahan seseorang dari agama sebelumnya ke agama saat ini biasanya disertai dengan berbagai peristiwa yang cukup pelik hingga seseorang mampu menangkapnya sebagai suatu hidayah. Proses hidayah ini merupakan perjalanan panjang menuju penyadaran pada jalan yang “lain”. Jalan yang “lain” biasanya dimaknai sebagai jalan yang benar menurut penerima hidayah. Hidayah dikenal dalam agama Islam. Ia merupakan titik tolak dari orientasi kehidupan yang sebelumnya. Untuk itu, diperlukan kepekaan seseorang dalam memahami hidayah tersebut. Hidayah tidak hanya diperuntukkan bagi nonislam ke Islam, melainkan juga kepada manusia muslim itu sendiri. Dalam konteks ini, setelah membaca buku setebal 300-an halaman, kisah tokoh utama bernama Angel dalam novel berbasis kisah nyata berjudul Hitam Putih Dunia Angel karya Angelina Jolie, menempatkan karya tersebut sebagai novel inspiratif yang tidak hanya bermuatan sastra, melainkan juga dakwah Islamiyah. Sekilas, tanpa meresapinya dan hanya lar...