Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label naskah drama

Sang Jendral

Sebuah drama anak-anak Ibu : Sabri! Makanlah dulu. Sabri : Tidak, Bu! Aku mau main saja. Sudah ditunggu teman-teman. Ibu : Kamu harus makan dulu, nak. Biar tidak sakit. Setelah makan, nanti kamu boleh makan sesukamu. Sabri : Ah, Ibu ini pokoknya aku mau main! (DI SELA-SELA PERCEKAPAN ANTARA IBU DAN SABRI, TERDENGARLAH NYANYIAN PADANG BULAN YANG DINYANYIKAN OLEH ANAK-ANAK.) ANAK-ANAK DI LUAR PANGGUNG: Yuk pro konco dolanan ning jobo Padang bulan, padange koyo rino Rembulane e sing awe-awe Ngelingake ojo podho turu sore Sabri : Tuh kan, Bu! Teman-teman sudah nunggu. Berangkat dulu (pergi, keluar panggung) Ibu : Susah sekali, anak-anak kalau disuruh makan. Sukanya main terus. Hah! Repot. (Ibu keluar) (SEGEROMBOLAN ANAK-ANAK DATANG MEMASUKI PANGGUNG SAMBIL TERTAWA-TAWA DAN BERGEMBIRA SAMBIL MENYANYIKAN LAGU TENTARA DENGAN NADA BEBEK KWEK…KWEK…KWEK…) Alim : Kwek, kwek! Semua : Kweeeek! Alim : Kwek, kwek kwek kwek! Semua : Kuwweeek! Alim : Kuwweehek! Semua : Kuwek! Santi : (maju) Kenapa kwek...

Dream of Love

Bagian I Beberapa lampu menerangi titik panggung. 1. Pangung I dan II Musik riang dan suasana kegembiraan mengisi panggung. Greatest Love of All mengalun membawa kegembaraan bagi semua penduduk desa. Tari-tarian kegembiraan, tawa riang, juga romatisme humanis tumpah ruah seolah mereka sedang mendapatkan sesuatu yang paling mereka inginkan. Screen menampakkan langit yang cerah, sawah yang penuh dengan hasil kaerja keras, masa panen akan tiba, anak-anak bermain riang. 2. Panggung II. Lagu Greatest Love of All selesai dan digantikan musik kekacauan. Tiba-tiba semua jadi kacau. Penduduk tak saling kenal. Masing-masing mencurigai yang lainnya. Mencekam. Saling tikam. Lama kelamaan kekacauan meredam dan semua fris Panggung I Siluet menampakkan adegan romantis, sebuah tarian antara lelaki dan perempuan. Bercumbu, menikmati dunia yang baru saja mereka akui sebagai miliknya. Beberapa orang kemudian mendatangi pasangan tersebut dan mengacaukan romantisme itu. Orang-orang itu seperti handak memi...

TARIAN KULIT HITAM

DISEBUAH RUANG TAMU YANG CUKUP BESAR. Karabo Nama majikanku adalah Nyanyo Plum. Ia suka sekali pada anjing dan orang afrika. Ah, satu hal lagi yang disukainya, ia sering sekali mengatakan bahwa semua orang harus mematuhi peraturan walaupun menyakitkan. Dan Ini adalah tiga hal besar dalam kehidupan Nyonya. Di sini aku bekerja, di Greenside, sebuah tempat yang tidak jauh dari pusat Johannesburg. Aku bekerja di sini setelah meninggalkan dua keluarga kulit putih. Keluarga kulit putih pertama tempatku bekerja sebagai juru masak dan tukang cuci adalah seorang pria dan istrinya di Parktown North. Mereka minum terlalu banyak dan selalu lupa membayarku. Setelah lima bulan aku bilang pada diriku sendiri: Tidak! Aku akan meninggalkan pemabuk-pemabuk ini. Jadi begitulah. Hari itu aku marah seperti besi panas merah dimasukkan ke dalam air. Di keluarga kedua aku adalah juru masak dan mencuci untuk lima anak yang dibesarkan dengan tidak baik. Ini di Belgravia. Seringkali mereka memanggilku Kau Gadis ...

PISPOT

PISPOT Geger Wong Ngoyak Jambret Adaptasi dari Cerpen Pispot Karya Hamsad Rangkuti BABAK I SUASANA RAMAI PASAR. BEGITULAH, KEGALAUAN BERCAMPUR MENJADI SATU. TAMPAK DI SANA-SINI TAWAR MENAWAR BARANG KEBUTUHAN. DI SAAT SEPERTI ITU, TIBA-TIBA SEORANG WANITA BERTERIAK. Yu Kesi : Oalah… Gusti, gusti! Celaka, aku! Celaka betul aku hari ini. Aduh mimpi apa aku semalam. Tolong….. copet…..!!! SERENTAK SEMUA YANG ADA DI PASAR ITU MENATAP WANITA YANG BERTERIAK DAN MENDEKATINYA. Kang Ustman : Lho Yu, kamu itu ada apa tho? Kok nderimil kaya orang edan saja. Yu Kesi : Kamu itu bisanya cuma nyacat orang saja. Tidak mau tahu perasaan orang lain! Kang Ustman : Lho… malah mutung kasarung, aku ini tanya’e? Yu Kesi : Tanya, tanya! Saya itu kemalingan, kecopetan! Lihat, Kalungku amblas! Lek Kardi : Ooo… jelasnya ada insident tho! Yu Kesi : Tolong kalung saya… Duh gusti… Aku ini punya salah apa? Lek Pur : Yu Kesi. Kamu tahu kemena perginya penjabret tadi? Yu Kesi ...